Transaksi Sabu di Indonesia, Bandar Malaysia Dibekuk

Jagoi Babang Pintu Masuk Pengedar Narkoba Antarnegara

Mukson Munandar, Chin Kui Zen, Ling Chee Luk

Pontianak. Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Chin Kui Zen, 37, dan Ling Chee Luk, 51, diancam hukuman mati di Indonesia. Keduanya diringkus Dit Narkoba Polda Kalbar, saat hendak melakukan transaksi Narkoba jenis sabu seberat 500 gram atau setengah kilogram di Perbatasan Indonesia (Kalbar)-Malaysia, wilayah Jagoi Babang, Bengkayang, Sabtu (16/11) sekitar pukul 20.00.

Dit Narkoba Polda Kalbar juga mengamankan barang bukti lainnya, dua buah dompet kedua WNA, satu unit telepon genggam Nokia E71, selembar check dengan nominal RM25.000 dan sebuah Tas Sandang warna Cokelat.

“Chin dan Ling membawa 500 gram sabu berbentuk kristal. Kita menjerat keduanya dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 115 dan pasal 32 yang tertuang di dalam UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 15 tahun penjara, maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie Sulistyo melalui Kabid Humas AKBP Mukson Munandar, Minggu (17/11).

Tertangkapnya dua bandar sabu asal Malaysia itu, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Kedua WNA itu masuk ke Indonesia melalui perbatasan Kalbar, serta membawa Narkoba jenis sabu dalam jumlah banyak.

“Masyarakat yang memberikan informasi kepada kita, tentang adanya dua WNA asal Malaysia yang masuk ke Indonesia, melalui perbatasan Kalbar, tepatnya di Kabupaten Bengkayang, Jagoi Babang. Kemudian kita selidiki dan ternyata benar, sehingga kita langsung menggeledah dua WNA tersebut, menemukan barang bukti sabu seberat 500 gram,” jelas Mukson.

Selain mengamankan Chin dan Ling, polisi juga mengamankan dua saksi, tukang ojek kedua WNA tersebut. Sepeda motor tukang ojek itu juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

“Memang benar empat orang yang kita amankan, namun yang ditetapkan sebagai tersangka dua orang saja, yakni WNA asal Malaysia. Sedangkan dua orang lainnya hanya sebagai saksi penangkapan, bahkan dua unit sepeda motornya juga kita amankan,” jelasnya lagi.

Diungkapkan Mukson, kedua WNA asal Malaysia itu diduga bukan hanya kali ini saja mengirim sabu ke Indonesia, khususnya di Kalbar. Melainkan sudah sering, namun setiap dalam pengiriman Narkoba jenis sabu ini ke Indonesia, dibawa dalam jumlah sedikit, namun sering.

“Kita menduga kedua WNA asal Malaysia ini sudah sering membawa sabu ke Indonesia, khususnya di Kalbar. Namun setiap dalam membawa sabu, tidaklah dalam jumlah yang banyak, melainkan dalam jumlah yang sedikit, maksimal 500 gram. Seperti yang kita liat sekarang ini, barang buktinya, dan ini kita ketahui, karena sudah menjadi Target Operasi (TO) lama Dit Narkoba Polda Kalbar,” paparnya.

Wadir Narkoba Polda Kalbar AKBP Sigit Dedy Purwadi menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan hasil tangkapan yang berlangsung di Perbatasan Indonesia (Kalbar)-Malaysia di Jagoi Babang. “Kita akan kembangkan penangkapan ini, karena kedua orang ini diduga sebagai pemasok sabu ke Indonesia, khususnya di Kalbar. Hal ini dilakukan, guna mengejar otak dari pengiriman sabu ke Indonesia dari Malaysia,” ungkap Sigit.

Dit Narkoba Polda Kalbar juga akan berkoordinasi dengan Police Dir Raja Malaysia (PDRM), serta Konsultan Malaysia yang ada di Kalbar. Tujuannya mengetahui tentang pengiriman barang haram tersebut dari Malaysia ke Indonesia.

“Modus yang digunakan kedua WNA asal Malaysia ini, mengirim Narkoba ke Kalbar, menunggu pesanan dari warga Indonesia yang ada di Kalbar. Setiap ada pesanan Narkoba, kedua WNA ini langsung membawa Narkoba melalui jalur perbatasan,” jelas Sigit.

Kedua WNA asal Malaysia enggan berkomentar sedikit pun. Bahkan salah satu WNA hanya menggigit jari telunjuknya.

Laporan: Syamsul Arifin, Editor: Hamka Saptono

Tentang Kami